Di Balik Ramainya SE2026, Susenas Tetap Jalan - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan

Hari Kerja Pelayanan Statistik Terpadu BPS Kabupaten Pelalawan Senin-Kamis (08.00-15.30) WIB dan Jumat (08.30-16.00) WIB

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Di Balik Ramainya SE2026, Susenas Tetap Jalan

Di Balik Ramainya SE2026, Susenas Tetap Jalan

Di Balik Ramainya SE2026, Susenas Tetap Jalan

1 September 2026 | Kegiatan Statistik


Pangkalan Kerinci, 27 Agustus 2026 – Kalau beberapa bulan terakhir yang paling sering terdengar adalah Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), jangan kira setelah itu BPS berhenti turun ke lapangan. Nyatanya, pekerjaan mengumpulkan data terus berjalan.


Di Kabupaten Pelalawan, BPS kembali menyiapkan petugas untuk melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2026. Pelatihan tatap muka digelar di Hotel Dika Raya, Pangkalan Kerinci, pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan ini sebelumnya telah didahului dengan pelatihan secara online.


Pelatihan dibuka oleh Kepala BPS Kabupaten Pelalawan, Surya Legowo, S.ST, M.Si. Para petugas dibekali pemahaman konsep, indikator, serta teknis pendataan sebelum nantinya bertemu langsung dengan rumah tangga yang menjadi sampel. Lantas, Susenas itu apa?


Susenas adalah salah satu survei rutin BPS yang dilaksanakan secara berkala di seluruh Indonesia. Dalam satu tahun, Susenas dilaksanakan pada periode Maret dan September. Jadi, keberadaan Susenas bukan karena “setelah Sensus Ekonomi kok ada survei lagi?”, melainkan memang sudah menjadi bagian dari kegiatan statistik BPS yang berjalan secara berkelanjutan.


Kalau SE2026 menyasar populasi sesuai cakupan sensusnya, Susenas bekerja dengan sampel rumah tangga. Artinya, tidak semua rumah tangga akan didatangi petugas. Hanya rumah tangga yang terpilih sebagai sampel yang akan menjadi responden.


Dari rumah-rumah yang menjadi sampel inilah BPS mengumpulkan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kondisi perumahan, konsumsi dan pengeluaran, perlindungan sosial, hingga berbagai indikator sosial ekonomi lainnya. Data Susenas kemudian digunakan untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan. Bahkan sejumlah indikator SDGs Indonesia juga dihitung menggunakan data Susenas.


Salah satu kekuatan Susenas adalah konsistensinya. Data sosial ekonomi masyarakat tidak cukup dilihat sekali. Perubahannya perlu dipantau dari waktu ke waktu. Karena itu, survei seperti Susenas terus dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih aktual tentang kondisi masyarakat. Mungkin tidak selalu viral. Mungkin juga tidak selalu masuk pemberitaan. Namun, data tetap harus dikumpulkan.


Di tengah ramainya SE2026 dan berbagai informasi yang sempat beredar di masyarakat, BPS Kabupaten Pelalawan tetap melanjutkan pekerjaan statistik lainnya. Bukan sekadar hadir, absen, lalu selesai. Ada proses pelatihan, ada persiapan, ada petugas yang turun ke lapangan, ada responden yang meluangkan waktu, dan ada data yang harus dikumpulkan dengan teliti. Karena pekerjaan BPS memang bukan hanya ketika sedang ramai diperbincangkan. Ketika sensus selesai, survei tetap jalan. Ketika pemberitaan berganti, data tetap dicari.


Melalui pelatihan ini, para petugas diharapkan semakin siap melaksanakan Susenas September 2026 sesuai konsep dan prosedur yang telah ditetapkan. Dan tentu saja, ada satu harapan sederhana untuk masyarakat yang terpilih sebagai responden: mohon bersahabat dengan petugas dan berikan jawaban yang sebenarnya. Sebab, dari jawaban yang terlihat sederhana di satu rumah, terkumpul gambaran yang jauh lebih besar tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat.


Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan (BPS-Statistics of Pelalawan Regency)Jl. Tengku Said Jafar No. 6 Pangkalan Kerinci Pelalawan Riau Indonesia

Telp/Faks: (0761)-7064336; Email: [email protected]

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik